Minggu, 28 Juli 2013

Mercon Bumbung Petasan Tradisional Bulan Ramadhan


Mercon Bumbung Petasan Tradisional Bulan Ramadhan - Bulan puasa sebentar lagi tiba.Ketika sebagian orang khusyuk berpuasa,taukah agan salah satu cara buat ngabuburit di bulan puasa.Ini salah satunya gan yang selalu ada di bulan puasa.Yuk disimak
Mercon Bumbung

Begitulah orang biasa menyebutnya,berbahan dari batang bambu.Meriam bambu atau 'mercon bumbung' biasa dimainkan anak-anak desa untuk mengisi waktu menjelang saat buka puasa. Kadang juga berlanjut lepas maghrib sambil menunggu waktu isya untuk tarawih bersama.



Dipilih dari bambu yang sudah tua dan berkulit tebal agar tahan dari tekanan dan suaranya nyaring. Agak rumit menggambarkannya.Namun secara gampang, mercon bumbung ini bekerja layaknya meriam betulan. Kecuali yang membedakannya adalah bahan baku dan bahan bakarnya.
Jika meriam betulan menggunakan bubuk mesiu, meriam bambu ini cukup dengan minyak tanah atau campuran karbit dan air untuk menghasilkan suara yang keras..Boomm!!!.Kadang Ane pake campuran solar juga gan biar makin nyaring


Bambu yang telah di potong kemudian diberi lubang kecil pada pangkal bambu yang berfungsi sebagai saluran udara dan sebagai tempat untuk memantikkan api.


Sebelum disulut api, bambu di posisikan mendongak keatas. Kemudian diisi dengan karbit yang dicampur air. Setelah kedua bahan itu di masukkan, semua lobang ditutup rapat hingga mencul uap panas.
Saat itu mercon bumbung disulut dengan api. Tekanan didalam bambu itulah yang melahirkan suara seperti meriam.


Meriam Bambu tidak bisa langsung berbunyi dengan keras, karena harus dipanasi terlebih dahulu, caranya adalah dengan memasukkan api kedalam lubang pengisian yang sudah dibuat sebelumnya lalu membuang asap dengan meniup lubang kecil tersebut. Dibutuhkan waktu kira-kira 10 menit untuk memanaskan Minyak dan Meriam agar bisa meledak. Setelah mulai panas, dan ketika api dimasukkan ke dalam lubang, maka akan terdengan bunyi menggelegar.

Yang ane heran dibulan laen sesudah lebaran maenan macem beginian seakan hilang ditelan bumi Tapi jaman sekarang juga udh mulai berkurang yang maen beginian soalnya tergeserkan oleh mainan yang lebih modern .Padahal kita harus melestarikan budaya tradisional seperti ini.

[ sumber ]

0 komentar:

Posting Komentar